Tuesday, October 7, 2008

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429 H

full story »»

Wednesday, August 27, 2008

Cali ayah lain..

Me : Mas, sama ayah ga boleh nakal..
My son : Abis, ayah tuhhh..
Me : Klo nakal sama ayah, ntar ayah buat bunda aja deh, kamu ga dibagi..
My son : Ya, ntal aku cali ayah yang lain ajaahhh..
Me : ???? 'garuk-garuk kepala ndak gatal'
Ayah : 'ngakakakak'

full story »»

Dee..


Orang paling bahagia ketika bisa menertawakan kekonyolan diri sendiri. So, Dee, yukkk kita tertawa bersama-sama...

full story »»

Friday, May 9, 2008

For just a day ..


Aaron Dilderback

full story »»

Wednesday, May 7, 2008

Tentang Irshad Manji

Bila perempuan ingin mendapatkan posisi yang setara dengan laki-laki dan adil, maka salah satu cara yang dapat ditempuh adalah terus berpikir kritis dan menyuarakan pikiran tersebut.

Irshad Manji. Perempuan yang luar biasa. Keberanian dan keteguhannya, sebagai perempuan, untuk menyampaikan suara dan pikirannya patut diacungi jempol. Sebelum saya membaca karyanya, The Trouble With Islam Today: A Muslim's Call for Reform in Her Faith, pujian itu sudah saya sampaikan.

Irshad Manji adalah seorang muslim wanita asal Kanada. Ia dikenal sebagai penulis dan aktivis yang cukup keras mengkritik kelompok Islam radikal dan ulama-ulama yang menafsirkan Al Quran secara kaku.

Hadir di dua kota di Indonesia, Jakarta dan Yogyakarta, pada bulan April lalu untuk meluncurkan buku yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Perempuan keturunan India dan Mesir itu mengajak untuk membuka kembali pintu ijtihad agar umat Islam dapat mengikuti perubahan pada abad ke-21. Tradisi ijtihad menghasilkan Islam yang berpikir dan bermartabat, yang jejak kejayaan hasil ijtihad itu dapat dilihat pada ilmu pengetahuan di Barat. Irshad mencontohkan, universitas seperti yang dikenal sekarang di Barat berdiri pertama kali di Baghdad pada abad kesembilan.

Untuk bersuara lebih lanjut, tunggu sampai saya selesai membaca bukunya dulu :)

full story »»

Friday, May 2, 2008

Tuberkulosis : Pria lebih berpeluang terkena

Sumber : Kompas

Kaum lelaki harus lebih waspada terhadap penyakit paru-paru, khususnya tuberkulosis atau TB paru. Berdasarkan data statistik dan hasil penelitian, mereka yang berjenis kelamin pria ternyata rentan terhadap penyakit ini. Hal itu dibuktikan dengan persentase penderita TB yang didominasi oleh laki-laki. Dari data Departemen Kesehatan, tahun 2005 pria yang menderita TB paru berjumlah 93.114 orang—hampir 60 persen penderita TB paru di seluruh Indonesia. Laki-laki penderita TB di kelompok usia produktif hampir 21.000 orang, sementara penderita perempuan 16.000 orang. Hampir di seluruh kelompok usia yang terdata, laki-laki mendominasi jumlah penderita TB, kecuali di kelompok usia termuda yaitu 0-14 tahun, perempuan lebih banyak terjangkit.

Menurut sebuah studi yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Makassar, di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kassi-Kassi, Kota Makassar, tahun 2003 ditemukan, pada responden laki-laki hampir 42 persen menderita TB, sedangkan perempuan hanya 15 persen yang terkena. Hasil penelitian tersebut juga menyatakan, terdapat hubungan antara jenis kelamin dan kejadian TB paru. Artinya, jenis kelamin cukup berperan dalam menentukan apakah seseorang lebih rentan terkena TB atau tidak. Jumlah penderita pria yang lebih banyak diduga disebabkan mobilitas dan aktivitasnya yang lebih tinggi daripada perempuan.Dengan faktor tersebut, pria diyakini lebih mudah terpapar bakteri penyebab penyakit TB.

Rentannya laki-laki terhadap paparan bakteri tuberkulosis ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), negara-negara di Asia Tenggara lain juga memiliki kasus yang sama, yaitu TB paru lebih banyak dialami kaum pria. Thailand, misalnya, menurut data WHO tahun 2006 memiliki 29.081 kasus baru TB positif, 70 persennya diderita oleh laki-laki. Demikian pula Myanmar, 66 persen penderita TB di negara ini adalah kaum pria. Persamaan lain antara Indonesia, Thailand, dan Myanmar adalah penderita TB perempuan mendominasi pada kelompok usia 0-14 tahun. Perempuan di kategori usia ini lebih banyak terpapar TB dengan asumsi mereka adalah anak-anak yang berhubungan dekat dengan penderita tuberkulosis dewasa.

Faktor risiko

Beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko pada penyakit tuberkulosis di antaranya adalah orang yang terinfeksi virus HIV, memiliki status sosial ekonomi tergolong rendah, alkoholik, tunawisma, kondisi tempat tinggal yang buruk, pekerja medis, dan lain-lain. Di Indonesia, penyakit TB termasuk pembunuh utama penduduk, selain penyakit jantung dan saluran pernapasan.

WHO memperkirakan, pada tahun 2005 angka terbesar kasus baru penyakit TB muncul di wilayah Asia Tenggara, yang mencapai sekitar 34 persen dari total kasus TB seluruh dunia. Indonesia adalah negara ketiga dengan angka kasus TB baru terbesar setelah India dan China. Adapun Afrika kasus kematian akibat TB terbesar di dunia, 74 per 100.000 penduduk, angka ini 31 per 100.000 penduduk Asia Tenggara.

Rendahnya kekebalan alami tubuh akibat virus ini mengakibatkan mudahnya penderita HIV terjangkiti kuman Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit TB dan sebaliknya, misalnya, China dalam sistem pengawasan nasional belum memiliki sistem untuk mencegah pasien TB terjangkit virus HIV—berlaku di hampir seluruh negara, khususnya Asia.

Selain risiko penyakit TB dari virus HIV, China dengan jumlah penduduk 1,2 miliar jiwa—35 persennya adalah perokok. Di antara para perokok yang berjumlah sekitar 450 juta jiwa, 67 persennya adalah laki-laki. China adalah negara dengan jumlah perokok terbanyak di dunia.

TB di Indonesia

Sebagai negara terbesar ketiga di dunia dalam jumlah pengidap TB, Indonesia masih dihadapkan pada tingginya angka penularan yang terjadi. Pada tahun 2005 diperkirakan terjadi 296.381 kasus menular. Kasus menular terjadi paling banyak di Provinsi Jawa Barat, disusul Jawa Timur. Dua wilayah ini juga menjadi provinsi dengan jumlah penemuan kasus baru TB paru batang tahan asam (BTA) positif terbesar.

Khusus untuk penemuan kasus baru TB paru BTA positif pada laki-laki, jumlah tiga terbesar adalah mereka yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Jika rata-rata penemuan kasus baru di provinsi lain berkisar di angka 300 hingga 5.000-an kasus, di tiga wilayah itu bisa ditemukan 9.000-15.000 kasus baru TB paru khusus penderita laki-laki.

Tentang berbagai penyebab yang diasumsikan sulit dibuktikan karena keterbatasan data sekunder yang dapat digunakan. Dengan memanfaatkan data publikasi Departemen Kesehatan, pengujian terhadap kasus-kasus TB hanya dapat menggunakan lima variabel yang diasumsikan berkaitan dengan penyakit TB. Kelimanya adalah indeks pembangunan manusia (IPM), jumlah penderita AIDS, jumlah puskesmas, jumlah pekerja medis rumah sakit, dan jumlah peserta jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK).

Berdasarkan uji statistik menggunakan model analisis regresi linier berganda dihasilkan kesimpulan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap jumlah kasus baru penderita TB laki-laki adalah jumlah puskesmas. Selain jumlah puskesmas, variabel lain yang diujikan adalah IPM, jumlah penderita AIDS, jumlah pekerja medis, dan jumlah peserta JPK. Variabel jumlah puskesmas terbukti signifikan untuk memperkirakan jumlah kasus baru TB paru laki-laki.

Penelusuran terhadap data jumlah puskesmas di seluruh provinsi ditemukan bahwa jumlah puskesmas terbanyak ada di tiga wilayah dengan kasus TB-nya terbesar di Indonesia, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Namun, jumlah puskesmas yang cukup besar ini tidak diimbangi dengan proporsi jumlah penduduk. Berdasarkan perbandingan jumlah puskesmas terhadap 100.000 penduduk, rasio terendah kedua, ketiga, dan keempat diisi oleh ketiga provinsi di atas.

Artikel terkait:

full story »»

Monday, April 28, 2008

Earth Day & me ..



My recent avatar :)

Avatar ini terinspirasi dari sini.
Penggambaran bentuk wajah dan rambut memang (hampir) begitu :D
Dominasi warna hijau, gambar bumi di sudut kanan atas, dan simbol ‘recycle’ yang tertato di pundak sebagai dukungan Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April.
Sejarah tentang peringatan Hari Bumi dapat dilihat di sini.

reduce, reuse & recycle, green lifestyle.. save our planet!!

full story »»